EVALUASI JARINGAN IRIGASI SEI SILAU KABUPATEN ASAHAN

Authors

  • Khairul Anwar Gunung Leuser University
  • Dairabi Gunung Leuser University

Keywords:

siklus hidrologi, saluran tersier, sekunder, jaringan irigasi

Abstract

Bertambah pesatnya jumlah penduduk dan meningkatnya kegiatan masyarakat mengakibatkan perubahan fungsi lingkungan yang berdampak negatif terhadap kelestarian sumber daya air yang utuh dari hulu sampai hilir dengan basis wilayah sungai dalam satu pola pengelolaan sumber daya air tanpa dipengaruhi oleh batas-batas wilayah administrasi yang dilaluinya. Hal ini merupakan usaha penyediaan air dan pengaturan air untuk menunjang pertanian, hal ini disebut Irigasi. Keberadaan air mengikuti siklus hidrologi yang erat hubungannya dengan kondisi cuaca pada suatu daerah sehingga menyebabkan ketersediaan air tidak merata dalam setiap waktu. Daerah Irigasi Sei Silau terletak di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara. Dalam perencanaan, keperluan air irigasi = 2 liter/det/ha. Debit Air Irigasi Pada Saluran Induk = 4849,135 liter/detik. Untuk menanggulangi kekurangan air irigasi pada musim kemarau dilakukan desain jaringan saluran irigasi. Jaringan irigasi Sei Silau terdiri dari saluran primer, saluran sekunder, dan saluran tersier.

Published

2026-10-01

How to Cite

Khairul Anwar, & Dairabi. (2026). EVALUASI JARINGAN IRIGASI SEI SILAU KABUPATEN ASAHAN. Jurnal Penelitian Cakrawala Leuser, 1(1), 21–30. Retrieved from https://jurnal.uglaceh.ac.id/index.php/jpcl/article/view/3